,

Crop circle


Crop circle atau yang lebih dikenal dengan sebutan lingkaran ladang gandum adalah sebuah pola yang muncul dalam semalam pada ladang gandum dengan ciri merunduknya batangan gandum tersebut. Pada awalnya, crop circle hanya berbentuk lingkaran-lingkaran sederhana, namun memasuki tahun 1980an, crop circle berkembang hingga memiliki pola yang rumit dan tidak hanya berbentuk lingkaran

Istilah Crop circle pertamakali diperkenalkan oleh Colin Andrew, salah satu peneliti crop circle ternama di dunia. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui, namun crop circle ternyata tidak hanya muncul di ladang gandum, melainkan juga di ladang jagung, keledai, sawah dan kebun bunga.

Sejarah Crop Circle
Sejarah Crop circle dapat dilacak hingga tahun 1678. Pada abad tersebut, ada sebuah ukiran kayu yang disebut "Mowing Devil" yang menggambarkan iblis sedang menggambar desain oval di sebuah ladang gandum.

Kisahnya mungkin sedikit mistik. Sang petani yang menolak tuntutan pekerjaan sang majikan, mengatakan bahwa lebih baik iblis yang mengerjakan tugasnya. Pada malam itu juga, Ladang gandum tersebut terlihat terbakar oleh api. Paginya lingkaran misterius berbentuk oval muncul di ladang tersebut.

Entahkan ini kisah nyata atau tidak, tidak ada yang bisa mengkonfirmasinya.

Laporan crop circle yang lebih modern dipublikasikan di majalah Nature edisi 29 Juli 1880. Pada tahun itu, seorang peneliti bernama John Rand Capron melaporkan adanya tanaman-tanaman gandum yang merunduk dan membentuk lingkaran sirkular.

Crop Circle - Mendunia
Crop circle mulai mendunia pada tahun 1980-an ketika media melaporkan banyak crop circle muncul di wilayah pedesaan Inggris, terutama di Wiltshire dan Hampshire. Bersamaan dengan kemunculan di Inggris, fenomena yang sama dilaporkan muncul di Australia dan Amerika Serikat.

Hingga saat ini paling tidak ada 12.000 Crop circle yang telah ditemukan di seluruh dunia, seperti Inggris, Rusia, Amerika Serikat, Kanada dan bahkan Jepang.

Crop Circle - tanda kemunculan
Menurut para saksi mata, Sebelum Crop circle muncul, selalu ada tanda-tanda aneh yang mendahului :

1. Adanya lingkaran-lingkaran cahaya aneh yang melayang-layang diatas ladang.



2. Terjadinya badai petir hebat.

3. Benda-benda elektrik tiba-tiba mati dengan sendirinya termasuk mesin mobil.

Karena itu hingga saat ini, teori sains yang paling populer mengenai dugaan penyebab kemunculan crop circle adalah akibat medan elektromagnetik yang berasal dari petir. Namun para ilmuwan belum bisa memecahkan misteri mengapa petir dapat menciptakan pola-pola yang indah.

Crop circle - Hoax atau Nyata ?
Pada tahun 1991, dua pria dari Southampton, Inggris bernama Dave Chorley dan Doug Bower mengaku telah membuat Crop circle sejak tahun 1976. Mereka membuat crop circle tersebut hanya dengan menggunakan sebuah papan, patok dan tali. Menurut mereka, hanya dengan menggunakan alat sederhana itu, mereka dapat membuat sebuah lingkaran dengan diameter 12 meter hanya dalam tempo 15 menit.

Majalah Time edisi 23 September 1991 menyebut pengakuan Chorley dan Bower dengan kutipan seperti ini :

"Pengakuan ini mengakhiri sebuah misteri paling populer yang pernah disaksikan Inggris dan dunia"

Benarkah anggapan majalah Time ? Apakah misteri ini telah terpecahkan?

Memang, banyak dari crop circle adalah buatan manusia, namun para peneliti menemukan karakteristik-karakteristik yang kelihatannya mustahil dapat dibuat oleh manusia.

Crop Circle - Karakteristik
Karakteristik yang ditemukan pada crop circle yang asli adalah sebagai berikut :

Batang gandum tidak patah
Pada crop circle yang asli, tanaman gandum tidak patah. Ia hanya merunduk seperti sebuah sendok plastik yang dipanaskan. Menurut para peneliti, hal ini bisa diakibatkan oleh semburan elektromagnetik yang deras kearah tanaman gandum hingga menambah kelembaban batang gandum yang memungkinkannya untuk merunduk tanpa patah.


Lubang-lubang kecil pada batang gandum
Ciri lainnya adalah ditemukan lubang-lubang kecil di batang gandum. Para peneliti menduga bahwa lubang ini tercipta akibat adanya semburan gelombang mikro yang terus-menerus yang menyebabkan kelembaban batang gandum berubah menjadi uap panas yang kemudian mencari jalan keluar dari batang gandum.


Pola Rumit
Memang, manusia yang berusaha membuat crop circle mampu membuat pola yang rumit, namun tidak dalam semalam. Crop circle asli terkadang memiliki pola geometri yang asing bagi kebanyakan orang. Salah satunya adalah pola Phi yang hanya berhasil dipecahkan oleh seorang ahli astrofisika....

Reed menggambar garis-garis radial di lingkaran itu dan membaginya menjadi 10 potongan yang sama besar. Dari situ, segala sesuatunya menjadi lebih mudah. Reed menjelaskan,"Ambil pola tersebut lalu gambarlah garis radial dari tengah lingkaran. Lalu ambillah sudut sektor yang terkecil dan sebutlah sudut itu dengan kode 1. Lalu bandingkan dengan 9 sektor lain yang mengandung sudut yang terkecil, lalu pilihlah satu digit yang paling dekat dengan rasio tersebut. Maka hasilnya adalah angka 3,141592654."

Sebagaimana yang kita ketahui, angka diatas adalah 10 angka pertama dari Pi, sebuah angka yang kita kenal sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Reed mengatakan bahwa 10 digit yang didapat dari pola lingkaran gandum tersebut bahkan telah dibulatkan ke atas dengan benar. Titik di dekat tengah lingkaran adalah desimal.
Hal ini akhirnya memicu spekulasi lanjutan bahwa memang makhluk ekstra terestrial cerdaslah yang membuat lingkaran ladang gandum tersebut.

Partikel Besi Mikro bermagnet
Ciri lain yang hampir mustahil ditiru oleh manusia adalah adanya Partikel Besi bermagnet yang ditemukan pertama kali oleh para peneliti dari BLT Institute. Partikel besi bermagnet tersebut memiliki diameter 10-50 mikrometer dan terdistribusi secara merata dan linear di perimeter Crop Circle. Menurut para peneliti, partikel besi ini mungkin muncul karena terciptanya kolom udara yang terionisasi (Plasma Vortex).



Perubahan struktur Kristalin batang gandum
Ciri lainnya adalah adanya perubahan struktur Kristalin pada tanaman gandum. Karakter ini hampir dipastikan tidak dapat ditiru oleh orang lain.

Perubahan komposisi kimiawi tanah
Peneliti lainnya juga menemukan pada beberapa kasus terjadi perubahan komposisi kimiawi tanah tempat terciptanya Crop circle.

Timbulnya medan magnet misterius di lokasi
Pada crop circle yang asli, umumnya terdapat medan magnet yang sangat kuat di dalam lingkaran formasinya. Medan magnet ini dapat mematikan peralatan elektrik. Ciri ini tidak ditemukan pada crop circle buatan manusia.

Crop Circle - Tantangan Sains
Pada tahun 2002, Discovery Channel menugaskan 5 insinyur aeronautic dan austronautic dari MIT untuk membuat Crop Circle. Syaratnya mereka harus membuat Crop circle yang paling tidak memiliki 3 ciri, yaitu :

1. Batang gandum yang tidak patah
2. Ada lubang-lubang uap pada batang gandum
3. Adanya partikel besi berdiameter 10-50 mikrometer yang tersebar merata secara linear di formasi Crop circle.

Tim tersebut kemudian membuat sebuah crop circle, lalu berusaha memasukkan 3 karakter diatas. Mereka menggunakan microwave emitter untuk meningkatkan suhu batang gandum hingga berubah menjadi uap. Mereka lalu menggunakan flamethrower untuk menyemprot partikel besi. Namun ternyata peralatan tersebut memakan terlalu banyak waktu dan tidak efektif sehingga mereka terpaksa menggunakan pyrotechnic untuk menyebarkan partikel besi secara merata.

Dengan seluruh teknologi canggih yang digunakan, para insinyur MIT hanya dapat menghasilkan 2 ciri dengan sempurna. Ciri ketiga, yaitu partikel besi tersebar tidak dengan merata.

Lagipula menurut peneliti Crop circle, para tim tersebut menggunakan ilmu pengetahuan dan peralatan canggih yang jelas diluar jangkauan para Hoaxer lainnya.

Bukan hanya di Inggris, Percobaan mereproduksi Crop circle ternyata pernah dilakukan oleh seorang peneliti Jepang bernama Y. Ohtsuki (Crop circle pernah muncul di sawah padi di Jepang).

Ia memang berhasil menciptakan karakter asli crop circle yaitu dengan cara menjatuhkan bola api plasma ke sebuah piringan yang ditaburi debu alumunium. Ya, karakteristik yang sederhana-pun membutuhkan ilmu pengetahuan yang cukup rumit.

Pernah suatu hari, para peneliti yang berusaha menciptakan kembali Crop circle dengan segala karakteristiknya menggunakan derek seberat 40 ton hanya untuk memasang penerangan agar mereka dapat bekerja pada malam hari. Atraksi itu menarik banyak penonton yang ingin tahu.

Crop circle asli muncul tanpa adanya atraksi dan keramaian seperti itu. mereka hanya muncul dengan tiba-tiba. Jadi sains modern masih belum bisa menjelaskan dengan sempurna fenomena ini.

Adakah penjelasan lain yang ditawarkan ?

Crop Circle - Penjelasan Lainnya
Bagi yang lain, ketika sains gagal mengungkap rahasia crop circle, mereka sampai kepada penjelasan alternatif, Yaitu crop circle adalah buatan alien.

Pada tahun 1966 terjadi laporan yang luar biasa aneh. Di sebuah kota kecil di Tully, Queensland, Australia, seorang petani tebu melaporkan adanya sebuah UFO yang terbang dari alang-alang. Ketika ia menyelidiki lokasi terbangnya UFO tersebut, ia melihat alang-alang diatas air rawa ditempat itu merunduk dalam pola lingkaran searah jarum jam. Luar biasanya, jalinan yang tercipta dari alang-alang tersebut mampu menahan berat 10 pria dewasa.

Di Inggris, beberapa saksi mata pernah melihat objek terbang tak dikenal pada malam munculnya Crop circle.

Seperti pada saat munculnya Crop circle bermotif suku maya muncul di Sillbury Hill,
7 Juli 2009, sebuah
crop circle berpola raksasa sepanjang 350 kaki (sekitar 105 meter) muncul di Silbury Hill, kali ini polanya membentuk motif tutup kepala suku Maya. Para komunitas Crop circle percaya bahwa pola mistik ini adalah sinyal akhir periode 5.126 tahun kalender Maya "Long count" yang akan berakhir pada 21 Desember 2012. Ini adalah Crop circle terindah yang pernah tercipta!





orang-orang yang ada di dalam crop circle dibawah ini terlihat sangatlah kecil !


Karen Alexander, seorang peneliti crop cirlce sangat antusias dengan pola ini, "Ini adalah pola paling menarik yang pernah saya lihat. Pola Ini sudah pasti menggambarkan simbol suku Maya dan saya yakin ini terkait dengan tahun 2012."

Melihat crop circle ini, saya bahkan tidak peduli apakah ini buatan manusia atau alien, apakah ini melambangkan kiamat atau tidak, keindahannya membuat saya terkagum-kagum, dan menurut saya ini adalah sebuah karya seni yang luar biasa. Bukankah kalian juga setuju ?

Menurut kesaksian seorang polisi, Ia melihat tiga pria tinggi sedang mengamati ladang gandum. Ketika petugas polisi itu menghampiri mereka, lalu mereka lari dan menghilang. Dengan segera polisi tersebut mendengar suara berdengung statik yang aneh, dan ia menyaksikan batang-batang gandum mulai merunduk mengiringi suara dengungan itu. Malam itu juga disekitar situ seorang saksi berhasil memotret objek terbang tidak dikenal.

Apakah Crop circle adalah jejak UFO yang tertinggal ? Ataukah kode rahasia yang ingin disampaikan kepada umat manusia ? tentu saja tidak ada yang bisa memastikannya.

Namun dugaan ini dibuat semakin panas akibat adanya pengakuan seorang mantan sersan polisi di Inggris yang mengaku bahwa para petani di Inggris dibayar oleh pihak militer untuk segera membuldoser crop circle segera setelah mereka muncul.

Apakah militer Inggris mengetahui sesuatu yang tidak boleh diungkapkan?
Misteri ini akan tetap hidup di abad modern ini sampai kita benar-benar mendapatkan bukti sains yang solid dan masuk akal. Atau, apakah mowing devil benar? Mungkinkah crop circle memang dibuat oleh setan sendiri ?


(wikipedia)(Enigma)
 
Baca Terusannya ...

,

Gunung Api Bakal Lenyapkan Sepertiga AS

Wednesday, 26 January 2011 06:00

Gunung berapi raksasa di Taman Nasional Yellowstone mengalami peningkatan aktivitas drastis sejak 2004. Jika meletus, dua pertiga AS akan dipenuhi udara beracun. Jika memuntahkan lahar jauh ke langit, awan abu bisa membunuh tanaman dan memenuhi udara setinggi lebih dari tiga ribu km dengan luas sekitar 1.500 km persegi.


Fenomena mematikan ini juga bisa mengganggu ribuan penerbangan dan memaksa jutaan penduduk untuk meninggalkan rumah mereka. Bagi ilmuwan, peristiwa itu menjadi mimpi buruk karena ilmuwan memprediksi apa yang terjadi bila gunung api terbesar di dunia ini meletus untuk pertama kali dalam kurun 600.000 tahun.

Kaldera Taman Nasional Yellowstone sudah meletus tiga kali sejak 2,1 juta tahun lalu. Ilmuwan saat ini masih mengawasi apakah akan muncul erupsi baru yang lebih besar.

Gunung Api di bawah taman Wyoming ini mengalami peningkatan aktivitas drastis sejak 2004. Permukaan gunung sudah naik lebih dari tujuh cm per tahun selama tiga tahun terakhir. Ini merupakan pencapaian tercepat sejak pencatatan dimulai pada 1923.

"Ini merupakan pengangkatan yang sangat luar biasa karena mencakup area besar dengan persentase bahaya sangat tinggi," ujar vulkanologi Yellowstone, Bob Smith dari University of Utah. Menurut ilmuwan, ruang magma di kerak bumi sudah terisi batuan cair. "Tapi kami tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung sebelum letusan atau aliran berhenti dan kaldera berguncang lagi," ujar Smith lagi.

Ilmuwan masih mengawasi gunung api di kawasan Amerika Utara terkait penyimpanan magma yang menyebabkan pembengkakan sekitar enam kilometer di bawah tanah. Namun, karena kondisi ekstrem ini terjadi di bawah tanah, peneliti tidak bisa mengetahui pergolakan yang terjadi secara spesifik.

Baca Terusannya ...

,

Yellowstone caldera, Hubungannya Dengan Kiamat

Yellowstone Caldera adalah kaldera vulkanik di Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat. Kaldera ini terletak di sudut barat laut Wyoming, di mana sebagian besar terdapat taman.Puluhan kilometer di bawah permukaan bumi taman ini terdapat cadangan magma yang luar biasa banyaknya. Dan cadangan magma ini terus bertambah banyak. Sebagian dari panas magma muncul ke permukaan melalui celah-celah kulit bumi, dalam bentuk uap air dan gas. Itu semua yang menyebabkan timbulnya sumber air panas, yang membuat Taman Nasional Yellowstone ini terkenal.


Kaldera yellowstone berukuran sekitar 55 kilometer kali 72 kilometer (data ini berdasarkan hasil kerja lapangan geologi yang dilakukan oleh Bob Christiansen dari Survei Geologi Amerika Serikat pada 1960-an dan 1970-an)
Kaldera adalah kawah yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik terjadi, kata ini diambil dari bahasa spanyol yang berarti "wajan".
Pada tahun 2005 program sains televisi BBC menciptakan istilah Supervolcano saat meliput Yellowstone, karena itu hingga saat ini Yellowstone sering disebut sebagai Supervolcano Yellowstone, SuperVolcano sendiri adalah letusan vulkanis yang skalanya ribuan kali lebih besar daripada letusan gunung berapi biasa. Letusan tersebut tidak harus melalui kawah atau gunung berapi, tetapi bisa pada sebuah dataran luas dimana aktivitas vulkanis bawah tanahnya dinilai sangat aktif. 

Fakta mengejutkan setelah terungkap bahwa taman nasional yellowstone duduk tepat diatas salah satu gunung berapi yang terbesar dibumi dan sangat aktif.lalu seperti apa bahayanya?
Gunung api bawah tanah memang jauh terkubur di dalam bumi. Dan itu bukan berarti tanpa bahaya. Berikut penjelasan geolog Jan Nieuwenhuis:
"Di bawah Yellowstone ada magma tebal. Magma ini tidak dapat mengalir dan memproduksi semacam gas. Lambat laun, tumpukan gas dapat menimbulkan tekanan amat kuat, berbeda dengan gunung biasa. Selain itu, magma terus mengalir ke atas karena kandungan gas. Tekanan gas itu akan menghancurkan batuan di puncak gunung diiringi ledakan dahsyat."

Jika Terjadi Letusan Supervolcano Yellowstone?
Geolog Jan Nieuwenhuis, dari Universitas Teknik Delft, menjelaskan apa yang akan terjadi, jika gunung api besar, di bawah tanah, seperti yang ada di Yellowstone ini meledak:
"Sebuah lubang berukuran 30 X 30 kilometer akan muncul di permukaan bumi. Sebagian besar isi gunung akan terpental hingga lapisan stratosfer. Ini berarti banyak serpihan akan tersebar tinggi di atmosfer dan mengurangi intensitas cahaya matahari. Suhu bumi dapat berkurang hingga beberapa derajat Celcius. Lahan di sekitar lubang tersebut juga dapat menyebabkan gempa bumi hebat. Begitu dahsyat, hingga dapat menghancurkan seluruh benua Amerika."

Para ahli mengetahui bahwa yellowstone ini pernah meletus sedikitnya tiga kali, yaitu 2,2 juta tahun yang lalu, kemudian 1,3 juta tahun yang lalu, dan yang terakhir 640.000 tahun yang lalu.
Artinya gunung ini meledak setiap 600.000 atau 700.000 tahun.
"Dengan perkembangan seperti itu, kita tahu ledakan akan terjadi" ungkap Christopher Sanders, seorang geolog Amerika, yang pernah menganjurkan agar penduduk diungsikan, merasa yakin: "Tanda-tanda pendahuluan akan meledaknya gunung berapi raksasa ini terus bermunculan. Saya ingin agar semua orang meninggalkan wilayah Taman Nasional Yellowstone, hingga radius 300 kilometer".

Rangkaian gempa bumi sudah beberapa kali terjadi. Pada tahun 1985, juga pada tahun 2004, banyaknya gempa sudah tidak terhitung lagi. Ketika itu, permukaan bumi di daerah taman menjadi sedemikian panas, hingga lem sepatu meleleh. Akibatnya, sekitar tiga ribu rusa mati kepanasan. Namun, beberapa waktu kemudian, keadaan kembali tenang. Pada tahun 2007 kembali tanda bahaya berbunyi. Cekungan kawah ternyata setiap tahun bertambah tinggi tujuh sentimeter. Suatu bukti, bahwa desakan magma makin besar.


Apakah itu tanda-tanda akan datangnya hari kiamat bagi penduduk bumi dalam waktu dekat?

Tunggu dulu, dalam vulkanologi, yang namanya periode letusan rata-rata itu hanyalah menjadi patokan, bukan untuk keperluan prediksi apalagi peramalan. Sebut saja misalnya dengan Gunung Merapi di Jateng-DIY. Dalam perspektif vulkanologi, gunung ini seharusnya sudah meletus kembali karena periode letusannya 2 – 3 tahun (dengan letusan terakhir Juni 2006 silam), namun sampai kini gak ada aktivitas yang menunjukkan perkembangan ke sana.

Geological Survey, Universitas Utah, National Park Service, dan ilmuwan dari Yellowstone Volcano Observatory sendiri mempertahankan bahwa mereka tidak melihat bukti bahwa letusan dahsyat seperti itu lagi akan terjadi di Yellowstone di masa yang akan datang. Recurrence interval peristiwa ini tidak teratur dan tidak dapat diprediksi.

Di Yellowstone, memang pada Januari lalu terekam adanya seismic swarm (rangkaian gempa2 vulkanik yang menjadi tanda migrasi magma), Namun selang waktu seismic swarm ini sangat pendek (hanya 2 minggu) sehingga tak bisa diterjemahkan sebagai adanya pasokan magma secara terus menerus yang sedang menembus kulit Bumi menuju ke permukaan kaldera. USGS menyebut seismic swarm berdurasi pendek ini biasa terjadi di Yellowstone caldera, demikian pula di kaldera2 lain yang ada di dunia baik mulai dari Toba (yang ini juga rutin direkam BMKG), Krakatau maupun yang paling muda seperti Pinatubo.
Saat ini, para geolog di seluruh dunia sedang mengikuti perkembangan gunung api raksasa ini dengan seksama, kita akan melihat temuan-temuan mereka selanjutnya.

Disamping potensi-potensi berbahaya seperti yang telah disebutkan diatas, ayo kita lihat sejenak sisi keindahan yellowstone, melalui foto-foto dibawah ini :
yang ini salah satu geyser di taman nasional yellowstone, ada pelanginya membuat semakin indah.
Baca Terusannya ...

,

Punahnya Dinosaurus

Sebuah asteroid besar yang jatuh ke bumi menjadi penyebab utama kematian dinosaurus. Pernyataan itu diungkapkan para ilmuwan dalam sebuah panel yang diikuti 41 pakar dari seluruh dunia. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa terjadi kepunahan massal lebih dari setengah dari semua spesies di planet ini, termasuk dinosaurus dan beberapa reptil laut besar.

Mereka menyimpulkan dampak yang terjadi sekitar 65 juta tahun yang lalu, telah membersihkan jalan bagi mamalia untuk menjadi spesies dominan di bumi. Sebuah asteorid sebesar 15 kilometer diyakini telah menghantam planet bumi dengan kekuatan satu miliar lebih kuat daripada bom atom di Hiroshima.

Ini mengakibatkan kawah yang dikenal sebagai kawah Chicxulub yang terkubur di bawah Semenanjung Yucatan. Asteroid –yang besarnya hampir 15 kali lapangan sepak bola– meledak dan jatuh dengan kecepatan tinggi saat masuk ke atmosfir.

Dalam kajian itu diyakini, peristiwa itu memicu rangkaian peristiwa yang menyebabkan musim dingin global dan memusnahkan sebagian besar kehidupan di bumi hanya dalam hitungan hari.

Para ilmuwan sebelumnya telah berdebat tentang apakah yang disebut kepunahan Cretaceous-Tersier (KT) yang disebabkan oleh asteroid atau oleh aktivitas gunung berapi di India lebih dari 1,5 juta tahun. Untuk studi baru, para ilmuwan menganalisis 20 tahun kerja oleh palaeontolog, geochemists, iklim modellers, Geophysicists dan sedimentologists.

Mereka menyimpulkan bahwa catatan geologi menunjukkan peristiwa yang memicu kepunahan menghancurkan ekosistem laut dan tanah dengan cepat, adalah dampak dari sebuah asteroid. Ini menjadi satu-satunya penjelasan yang masuk akal.

Dr Joanna Morgan, dari Imperial College London, mengatakan: "Kami sekarang memiliki keyakinan besar bahwa sebuah asteroid adalah penyebab kepunahan KT. Ini terselubung dalam kegelapan bumi dan menyebabkan musim dingin global, membunuh banyak spesies yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan neraka ini."

Penulis lainnya Dr Gareth Collins, juga dari Imperial College, menambahkan bahwa ledakan batu panas dan gas tampak seperti bola api raksasa di cakrawala, memanggang makhluk hidup di sekitarnya secara langsung tanpa sempat menemukan tempat berlindung.

Baca Terusannya ...

Gelombang Cinta

Cobalah berteriak Cintaaaaaa...!!!
Gelombang suara mu itu akan selalu ada.
Dia melayang-layang dalam buayan atmosphere.
Bertemu, bersalaman mungkin juga sedang bercumbu rayu bersama kata yang serupa.

Cobalah berteriak sayaaaaaang...!!!
Getaran frekuensi mu berterbangan mengintari jagat raya.
Berputar-putar menaiki twiter sang buana.
Saling bertatapan dengan sesama kata yang entah dari mana dilontarkan.

Saat kata indah itu bertemu.
Apa mungkin dia memancarkan signal kepada masing-masing pemiliknya.
Sehingga mereka saling terpaut hatinya satu sama lain.
Menghasilkan getaran yang memilukan, menyayat, bergejolak, merobek bahagian dalam jantung.

Faktanya, entah kenapa jarak, waktu, keadaan, usia, keyakinan, ras, derajat, kedudukan, tampang, profesi, warna kulit, status dan seterusnya..dan seterusnya.

Tidak mampu membendung kekuatan yang ditimbulkan dari sebab tersebut.
Sebab itulah diatas tadi.
Begitu naturalnya hal itu terjadi, proses alam telah diatur oleh sang Maha Pencipta dengan segala kesempurnaannya.

Demi waktu dan Bintang-bintang yang memiliki cahaya terang.
Alloh lah sang maha Penguasa atas apa yang terjadi terhadap jiwa, raga dan cinta.
Maha Besar Alloh...Subhanalloh. (duz)

gambar:

Baca Terusannya ...

The Social Network Movie – Facebook Movie

When word leaked out that Aaron Sorkin was writing The Social Network movie, a movie about Facebook, I did all I could to pretend that this was not happening. And now that David Fincher is in this particular project, I feel that I could no longer hit my “ignore” button.

This is a story about two friends – one a computer genius, the other a business expert – who began a website that became the fastest growing phenomenon in internet history. Three years later, one was suing the other for 600 million dollars (or 1/30th of Mark Zuckerberg’s worth). It’s a story about greed, about obsession, about our belief that all the money in the world can make us happy. But it’s also unpredictable, funny, touching, and sad. It gives us that rare glimpse into the improbable world of mega-success.

The Facebook movie starts out in a campus bar with a young couple. The guy is Mark Zuckerberg, a slightly cooler Bill Gates. The girl is Erica, his girlfriend. The two are having a conversation. Actually, they’re having five conversations because Mark can’t focus on one thing. He’ll occasionally backtrack into a previous conversation within the flow of the current conversation, all while preparing for the next conversation. He’s clearly smart as hell, but the habit makes him incredibly annoying. Add a side of selfishness and an order of condescension and we can see why Erica becomes more frustrated the longer the conversation continues. Mark is so into his own problems, in fact, that he’s completely blindsided when Erica breaks up with him.



Convincing himself that he could care less, Mark heads back to his Harvard dorm to do what any computer nerd does when he gets dumped by a girl he never should’ve landed in the first place. He starts blogging about it! “Blah blah blah, Erica’s the biggest bitch whore in the world…” But the dumping ignites Mark’s imagination and he comes up with an idea for a website – a sort of “Hot or Not” which allows Harvard guys to compare Harvard women against each other. His best friend Eduardo pops in to help him and they have the site live in less than an hour. Within half an hour after that, the site is so popular, it takes down the entire Harvard computer network. Though he manages to piss off a number of faculty (and Harvard women too), Mark earns some ivy league street creed and makes a name for himself (not easy to do on the hallowed Harvard grounds).

The stunt also brings Mark to the attention of Cameron and Tyler: two extremely rich and handsome brothers who are star members of the Harvard row team. Impressed by his creativity and speed, they want him to code their new website – an exclusive Harvard “Myspace-like” network. Mark digs the idea and agrees to help. Over the next month, however, he starts dreaming up his own variation of the site: a social networking experience built on exclusivity. His site would work like real life. Someone could only know your personal details if they were friends with you (unlike Myspace which at the time let anybody know anything about anyone). An exclusive network of friends. He called it “TheFacebook.”

He and his best friend Eduardo come up with the plan – Mark is geek patrol and glues his fingers to the keyboard, Eduardo is business-central and plots the site’s future. The coding wizard needs less than a month to build the site. It goes live a few days later and takes off like a Malibu brush fire. Within weeks everyone at Harvard’s using it. Cameron and Tyler, still in the dark about Mark’s secondary endeavor, are eagerly awaiting their website code. Imagine their surprise when “TheFacebook” shows up on every desktop in school. They demand Mark shut down the site but Mark’s already onto the next conversation. He expands into other Ivy league schools and continues to improve the interface. The success is both exciting and terrifying. Eduardo wants to be cautious and look for ways to monetize the site. Mark wants to grow and add more features.

It was only by chance then, that such a crucial juncture in the website’s existence fell upon the end of the school year. Eduardo had to go back to New York for an internship. Mark flew to Norcal to rub elbows with Silicon Valley. Little did either of them know that Mark was about to meet someone who would completely change the game.

Does the name Sean Parker ring any bells with you? Maybe yes, maybe no. For the record, Parker is the late nineties time capsule that blew the music industry wide open, exposing their ridiculous CD markups when he co-founded Napster. When he saw his gal pal toying around a website, “The Facebook, it’s as if his world began to change its shape from all angles. He called Mark and Eduardo immediately for a meet-up. A week alter, they met at a swanky NY restaurant arriving half an hour late. He just wanted the boys to know awesome they were. With that remark, he’s got places to be, so he’s up and gone as fast as he came, but not before casually dropping a suggestion: “Drop the “the” and just call it “Facebook.” “It’s cleaner,” Once gone, Eduardo turns to Mark. “What a douchebag,” Eduardo’s eyes say. But Mark’s googly giddy expression tells a different story.

Needless to say, Parker *did* want to crash the party. He just wanted to make sure Mark’s parents weren’t around (Eduardo) when he showed up with the keg. With Eduardo back in NY, Parker made his pitch: “What are you doing with that guy?” he demanded. “He’s holding you back.” The more Parker points out how little Eduardo is doing, the more things Mark gives Parker to do. And to Parker’s credit, he gets things done. Working for free, he takes Facebook international within three weeks. Mark eventually hires Sean without telling Eduardo, giving him a 5% stake in the company. When Eduardo finds out about the tomfoolery, he makes a bold statement and freezes the company bank account, potentially putting Facebook in major jeopardy. It’s the last straw. Mark and Parker trick Eduardo into signing a contract that screws him out of hundreds of millions of dollars, effectively firing him. In the process, a friendship is destroyed.

The script ends with a chilling and heartbreaking scene. It’s 3 years later, with Mark being sued by Eduardo, Tyler and Cameron, for the full 16 billion dollars the company is worth.

The Social Network movie is a either a modern tragedy or a modern success story depending on how you look at it. Imagine going from nothing to a billionaire in less than a year. How do you even grasp that kind of success? How do you live a normal life? How do you address the constant lawsuits that eat into your everyday existence? And how do you do this at 22 years old? When I was 22, just busy studying tons of lessons in preparation of my upcoming examinations. Either way, it’s fun to put yourself in Mark’s shoes and picture out how you’d handle the situations.

Enjoy!
Baca Terusannya ...

,

Melestarikan Satwa Primata Indonesia




Posted: 04 Nov 2010 11:09 PM PDT

orangutan Borneo
Rabu, 3 November 2010 bertempat di IPB International Convention Center [ICC] Bogor dilaksanakan Kongres dan Simposium Nasional IV Perhimpunan Ahli dan Pemerhati Primata Indonesia [PERHAPPI].  Acara bertemakan "Melestarikan Satwa Primata Indonesia di Tengah Ancaman Perubahan Iklim Global" diselenggarakan oleh PERHAPPI, diawali dengan simposium yang dibuka oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam [PHKA] Kementerian Kehutanan.  Dalam sambutannya Dirjen PHKA menyebutkan perlunya dukungan berbagai pihak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan konservasi secara umum, dan melalui kegiatan konservasi satwa primata pada khususnya. "Pada saat ini ada lebih dari 1000 individu orangutan Borneo yang berada pada lokasi pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan yang sudah siap dilepasliarkan, namun terkendala ketersediaan lokasi yang memenuhi syarat bagi pelepasliarannya", jelas Dirjen PHKA.  Sementara diketahui bahwa Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan bahwa pada tahun 2015 ditargetkan tidak ada lagi orangutan pada pusat rehabilitasi di Sumatera maupun di Kalimantan. Sehingga diperlukan upaya bersama untuk mencapai target tersebut.
Pernyataan Dirjen PHKA tersebut menggambarkan kondisi orangutan yang "terpaksa" direhabilitasi untuk dikembalikan ke habitat alamnya, untuk mengembalikan fungsinya yang hilang dalam kesatuan ekosistem.  Kebanyakan orangutan berada di luar habitatnya akibat "keterpaksaan", antara lain akibat diburu secara ilegal untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan secara ilegal.  Maraknya perburuan dan perdagangan ilegal tersebut terjadi akibat masih adanya persepsi di masyarakat bahwa orangutan adalah satwa yang "lucu" untuk dipelihara dan dianggap "dapat" meningkatkan gengsi bagi pemeliharanya. Pendidikan konservasi untuk meluruskan pemahaman yang "bengkok" tersebut perlu dilakukan untuk mencegah, atau sedikitnya menekan "permintaan" terhadap orangutan sebagai satwa piaraan. Bentuk "paksaan" lainnya yang menyebabkan orangutan keluar dari habitat alaminya adalah adanya alih fungsi penggunaan lahan hutan yang menjadi habitat orangutan menjadi peruntukan lain, baik secara legal maupun ilegal.  Salah satu presenter dalam simposium menyebutkan bahwa 80% alih fungsi lahan adalah untuk perkebunan kelapa sawit.
Contoh di atas baru menggambarkan permasalahan untuk satwa primata orangutan Borneo di Kalimantan, belum lagi tantangan yang dihadapi oleh spesies orangutan Sumatera serta jenis-jenis satwa primata lainnya di Indonesia.  Dwi Nugroho dari WCS menyebutkan bahwa berdasarkan investigasi perdagangan satwa liar di wilayah pulau Sumatera bagian Selatan ternyata dari satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal terdapat 64% adalah satwa primata (monyet ekor panjang, kukang, simpai dan lainnya) serta sisanya adalah jenis satwa lainnya.  Hal tersebut menggambarkan betapa besarnya tantangan dalam menyelesaikan permasalahan terkait konservasi satwa primata di Indonesia yang mesti melibatkan kerjasama multi sektor, baik Pemerintah, swasta, peneliti, perguruan tinggi dan masyarakat luas lainnya.
Dalam kesempatan simposium ini disampaikan presentasi yang dibagi dalam 4 sesi oleh para peneliti dan praktisi konservasi primata di Indonesia. Keempat sesi tersebut membahas topik yang cukup menarik, yaitu: ekologi dan konservasi satwa primata; perdagangan dan rehabilitasi satwa primata; primata dalam riset biomedis dan genetik; serta perubahan iklim dan konservasi satwa primata. Dalam kesempatan sore-malam hari dilakukan kongres PERHAPPI untuk laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode terdahulu, evaluasi program dan kegiatan PERHAPPI serta pemilihan ketua PERHAPPI. Terpilih sebagai ketua pengurus PERHAPPI adalah Chairul "Uyung" Saleh [dari WWF].  Selamat berjuang bang Uyung, kami mendukungmu.
Anda tertarik untuk berpartisipasi secara aktif dalam konservasi satwa primata di Indonesia? Semua bentuk partisipasi Anda sangat membantu menentukan masa depan konservasi secara umum maupun konservasi satwa primata pada khususnya.  Bergabunglah menjadi anggota PERHAPPI.
[ teks © TNGGP | gambar ©kus-BOSF | 112010 | kuswandono ]
You are subscribed to email updates from Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now.
Email delivery powered by Google
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610



--

Baca Terusannya ...

,

Gunung Merapi Meletus Dahsyat


Gunung Merapi meletus lagi, Sabtu dini hari tadi, 30 Oktober 2010. Letusan kali ini terbilang dahsyat, diikuti hujan abu yang berlangsung lama.
“Dini hari tadi Merapi meletus, sekitar pukul 01.16 WIB,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, saat dihubungi VIVAnews.

Surono menggambarkan kejadian saat letusan dini hari tadi. “Tinggi asap 3,5 kilometer, warna hitam, masyarakat panik. Seramnya seperti itu,” kata dia.

Paniknya masyarakat, tambah Surono, diakibatkan letusan besar yang terdengar dari arah Merapi. “Masyarakat belum pernah mendengar Merapi bikin petasan sebesar itu.”

Sementara ini, ledakan semalam tidak berpengaruh pada kondisi gunung teraktif di dunia itu. “Nggak masalah, Merapi tetap aktif, tetap gagah,” jelas Surono.


Sesaat setelah letusan dini hari, hujan abu dahsyat menyapu ke segala arah. Semburan dari puncak Merapi terjadi selama 22 menit ke arah barat daya menuju Pakem, Kali Boyong, dan Kali Krasak. Warga semakin panik karena radius hujan abu mencapai 20 km.

Suasana di sekitar jangkauan letusan sangat hiruk pikuk dan kacau. Karena warga coba mengungsi sejauh mungkin menggunakan kendaraan yang ada.

Menurut keterangan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam, Andi Arief, abu vulkanik malam ini sampai ke kilometer 19 di Kaliurang. “Arah muntahan Merapi ke arah barat, Magelang, dan sekitarnya.”

Ini adalah letusan kedua Merapi. Sebelumnya pada 26 Oktober lalu, Merapi memuntahkan awan panas dan abu. Saat itu, 35 orang tewas termasuk juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, dan wartawan VIVAnews.com, Yuniawan Wahyu Nugroho. Yuniawan tewas saat mencoba menjemput sang penjaga Merapi.

Bandara Ditutup Pukul 05.30 WIB
Kali ini hujan abu juga berdampak ke sektor penerbangan. Bandara Adisucipto Yogyakarta sempat ditutup. Petugas bandara, Reni, mengakui bandar udara internasional itu memang sempat ditutup, tepatnya pukul 05.30 WIB sampai pukul 07.05 WIB.

“Bandara ditutup sekitar 1,5 jam,” kata Reni ketika dihubungi VIVAnews. “Runway [landasan] tertutup debu sehingga penerbangan dihentikan.”

Setelah dibersihkan, bandara dibuka kembali. “Tadi mulai pukul 07.05 WIB dibuka, sudah ada boarding,” tambah dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono menjelaskan setelah Merapi meletus, asap hitam membumbung tinggi. Warga panik karena hujan debu dan bunyi ledakan yang luar biasa keras. “Masyarakat belum pernah mendengar Merapi bikin petasan sebesar itu.” [VivaNews]
Baca Terusannya ...

,

Bencana , WABUP boyolali malah plesir ke BALI


Boyolali - Saat ini terdapat sekitar 20 ribu Boyolali mengungsi karena erupsi Merapi. Namun justru pihak yang paling berwenang mengurusinya saat ini sedang nglencer ke Bali dengan alasan kunjungan kerja.

20 Ribu orang tersebut berasal dari sejumlah desa rawan becana Merapi di tiga kecamatan di Boyolali, yaitu Kecamatan Selo, Kecamatan Musuk, dan Kecamatan Cepogo.

Saat ini, Jumat (5/11/2010), mereka ditampung di 14 titik di dalam Kota Boyolali, yang telah berada di zona aman yaitu lebih dari 20 km dari puncak Merapi. Konsentrasi pengungsian terbesar adalah di pendopo kabupaten dan di GOR Boyolali.

Dalam kondisi seperti itu, wakil bupati dan Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Boyolali justru meninggalkan daerahnya yang sedang rawan. Padahal instansinya adalah yang paling berwenang menangani masalah bencana dan pengungsian.

Wabup, Agus Purmanto, berangkat ke Bali sejak 3 Nopember lalu bersama Kepala Bakesbangpolinmas Boyolali, Sumantri DM, perwakilan dari Humas Informatika dan Protokol serta seorang dari Setwan. Mereka mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Jembrana untuk mempelajari e-vote atau pilkada elektronik.

Keputusan itu sebenarnya telah ditentang oleh pihak DPRD mengingat kondisi Merapi yang kian kritis. Bahkan Komisi I DPRD Boyolali yang semula juga diajak serta, kemudian memutuskan tidak bersedia berangkat.

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Tanthowi Jauhari, mengkritik keras langkah yang dilakukan wabup dan Kepala Bakesbangpolinmas tersebut. Apalagi, lanjutnya, salah satu tupoksi Bakesbangpolinmas adalah menangani masalah bencana.

"Kami menyesalkan sikap wabup dan Kepala Bakesbangpolinmas yang tetap keras kepala berangkat kunker dalam kondisi seperti ini. Kami juga lebih menyesalkan lagi sikap bupati yang tetap mengijinkan mereka berangkat," ujar Tanthowi.

Alasan Bupati Boyolali bahwa sudah ada pembagian tugas yang jelas serta pemerintahan harus tetap berjalan meskipun ada bencana, dinilai Tanthowi sebagai alasan yang mengada-ada.

"Apa kalau mereka tidak berangkat ke Bali lalu mengurusi pengungsi lalu pemerintahan juga berhenti. Kami menghargai bahwa masalah e-vote itu bagian dari inovasi, tapi pendalaman tetntang itu sebenarnya bisa dilakukan lain waktu dalam kondisi daerah yang lebih tepat," lanjutnya.

Dia juga memaparkan saat ini banyak pengungsi yang tercecer dari keluarganya karena tidak komunikasi yang cukup. Bahkan saat ini ada 65 pengungsi yang harus dirawat di rumah sakit.

"Banyak relawan dari luar masuk ke Boyolali untuk menolong korban, tapi justru yang paling berwenang mengurusi justru tidak peduli," ujar politisi PAN tersebut.
Baca Terusannya ...

Bupati Boyolali: Mengungsi itu Hak Warga

Metrotvnews.com, Boyolali: Bupati Boyolali Seno Samudro menolak zona rawan yang ditetapkan Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) sejauh 20 kilometer. Ia mengaku memiliki prosedur tersendiri penanganan pengungsi akibat erupsi Gunung Merapi.

"Kalau suruh mengungsi, kami siap. Tetapi kalau ada pembatasan zona rawan tentu saja kami tidak setuju karena justru membuat masyarakat menjadi panik," kata Samudro di Boyolali, Sabtu (6/11). Menurut dia, tidak perlu ada pembatasan delapan kilometer, 15 kilometer, atau 20 kilometer. Sebab, jika merasa keamananannya terancam pasti warga akan mengungsi ke tempat aman.

Samudro mengatakan, dirinya sudah memiliki prosedur tetap penanganan pengungsi dan itu yang dilakukan untuk mengatasi pengungsi daerahnya. "Kami tidak melakukan penjemputan masyarakat yang lereng Gunung Merapi secara paksa karena mengungsi adalah hak mereka. Kalau dipaksa, tetapi tidak mau, ya terserah mereka saja," kata Samudro.

Ditanya tentang jumlah pengungsi dari Kabupaten Boyalali, Samudro mengatakan, sampai Jumat (5/11) malam mencapai 33.400 orang. Tetapi Sabtu pagi bertambah dan kini sudah mencapai 40 ribu orang. "Kami bantu sekuat tenaga untuk meringankan beban pengungsi dan kami tidak membatasi mereka mengungsi sampai kapan, yang terpenting kondisi aman terlebih dulu," katanya.

soal permasalahan yang dihadapi pengungsi, Samudro mengatakan, pengungsi mengeluhkan soal keterbatasan tempat mandi, Cuci, dan Kakus (MCK). "Kita akan siapkan yang sifatnya tidak permanen karena kalau membuat baru atau representatif tentunya memerlukan waktu yang lama," katanya.

Soal dampak perekonomian akibat erupsi Gunung Merapi yang berada pada ketinggian 2.968 meter di atas permukaan air laut tersebut, dia mengatakan, yang jelas pasokan sayuran dari Kabupaten Boyolali ke beberapa daerah sekitarnya seperti Surakarta menjadi terhambat.

Dia mengatakan, selama arus pengungsian akibat erupsi Merapi ini, sudah terjadi aksi pencurian perangkat komputer di beberapa sekolah di Kecamatan Selo dan Cepogo. "Saya mendapat laporan dari petugas bahwa ada aksi pencurian terhadap komputer milik sekolah di sana, soal jumlahnya saya belum bisa menyebutkan," katanya. Ia menyayangkan aksi tersebut.(Ant/DOR)
Baca Terusannya ...